Mengenal Kuman, alias Pathogen, si Biang Penyakit

Setiap hari, setiap saat, tanpa disadari kita berhadapan dengan kuman. Dalam bahasa mikrobiologi, kuman biasa disebut sebagai patogen. Patogen adalah sesuatu yang dapat menginfeksi tubuh kita dan membuat kita menderita penyakit tertentu. Patogen disebut juga mikroorganisme parasit. Pada saat kita berkontak langsung dengan patogen, maka bisa dikatakan kita terpapar patogen. Sementara jika patogen berhasil masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit tertentu maka dapat dikatakan kita terinfeksi patogen. Patogen tidak hanya menginfeksi manusia, patogen juga dapat menginfeksi hewan dan tumbuhan.

Di bawah ini adalah salah satu gambar hasil scan mikroskop elektron terhadap patogen yang di-publish di buku Microbiology of The Cells 4th edition karya Bruce Alberts dkk :
scan-mikroskop-kutu
Gambar A : Kutu, parasit yang sudah umum menjadikan mamalia menjadi inang, termasuk manusia, anjing, kucing, dan tikus. Kutu meminum darah inang. Gigitannya menyebarkan penyakit pes dengan memasukkan bakteri Yersinia pestis ke peredaran darah inang. Bakteri ini diperolehnya dari inang yang sebelumnya yang menderita penyakit pes.
Gambar B : Penampakan close up kaki kutu. Ini mengungkapkan bahwa kutu juga dapat dihinggapi parasit lain semacam tangau, di mana tungau ini (tampak di bawah mikroskop) diselubungi oleh bakteri. Sangat mungkin bakteri ini terparasitisasi oleh Bakteriofag yang merupakan virus bakteri.
Tubuh kita adalah ekosistem yang kompleks bagi patogen. Pada kondisi sehat, tubuh kita terdiri dari kurang lebih 1013 sel manusia dan 1014 sel bakteri, jamur, dan protozoa yang merepresentasikan ribuan spesies mikroba. Mikroba-mikroba ini disebut flora normal karena normal tinggal dalam tubuh kita. Flora normal biasanya tinggal terbatas pada area tubuh tertentu, seperti kulit, mulut, usus besar, dan vagina. Flora normal tidak menyebabkan penyakit pada manusia kecuali jika sistem imun tubuh melemah atau mereka masuk ke area steril pada tubuh. Misalnya ketika dinding usus manusia mengalami perforasi (berlubang) maka flora normal dapat memasuki rongga peritoneal (rongga perut) dan menyebabkan peritonitis (radang pada jaringan dinding perut bagian dalam).
Berbeda dari flora normal, patogen tidak harus menunggu sistem imun sel inang lemah atau terluka untuk dapat menginfeksi. Patogen memiliki mekanisme spesial untuk bisa menerobos barier sel dan biokimia manusia. Patogen juga mampu menstimulasi respon tubuh inang yang bisa membantu patogen tersebut bermultiplikasi menjadi lebih banyak.
Manusia hampir selalu terinfeksi oleh virus setiap saat. Akan tetapi, tidak selalu menimbulkan gejala yang tampak. Gejala yang muncul biasanya dihubungkan sebagai tanda suatu “penyakit” tertentu. Gejala seperti ini sesungguhnya merupakan manifestasi respon imun tubuh kita sendiri melawan infeksi. Misalnya seperti demam, bengkak, kemerahan, nanah, dan sebagainya. Gejala-gejala ini adalah tanda bahwa sistem imun kita sedang bereaksi untuk menghancurkan patogen yang menginfeksi tubuh.
Patogen itu sendiri meliputi :
1. Bakteri. Contoh : Neisseria meningitidis (salah satu bakteri penyebab meningitis), streptococcus (salah satu penyebab radang tenggorokan), dll.
2. Virus. Contoh : Hepatitis A Virus, Hepatitis B Virus,Hepatitis C Virus, dll.
3. Jamur. Contoh : penyebab kurap kaki, dll
Apakah paparan patogen akan menyebabkan infeksi atau tidak, ditentukan oleh :
1. Dosis : jumlah patogen yang memapar tubuh
2. Virulensi : kekuatan patogen yang memapar tubuh
3. Resistensi tubuh : kemampuan sistem imun tubuh untuk melawan patogen yang masuk.
Mengapa patogen senang menginfeksi manusia?
Patogen nenginfeksi manusia karena mereka mencari cara untuk bisa hidup dan berkembang biak menjadi lebih banyak. Sebagai inang, manusia kaya nutrisi, dan merupakan lingkungan yang hangat dan lembab, dengan suhu relatif seragam setiap saat, juga sel-sel tubuh yang selalu diperbaiki. Kondisi seperti ini mendukung berbagai patogen untuk bertahan hidup dan bermultiplikasi menjadi lebih banyak.
Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah infeksi patogen di antaranya adalah dengan melakukan vaksinasi, menjaga higienitas diri & lingkungan, menjaga makanan yang bergizi, olahraga teratur, serta istirahat yang cukup. Sementara bila sudah terlanjur terkena infeksi, jalani treatment yang sesuai dengan anjuran dokter dan tenaga kesehatan.
Referensi :
Sumber featured image : Jackcusumano
Baca juga :

 

 

Advertisements