Hendak ke Luar Negeri, Perlukah Vaksinasi TBE (Tick-Borne Encephalitis) untuk Mencegah Meningitis, Ensephalitis, dan Meningoensephalitis?

Sebelumnya ini sudah saya post di FB, ternyata respon teman-teman untuk mengshare lumayan juga, jadi saya pikir ada baiknya untuk di-share juga di blog.

Hari ini (25/01/2017) jadwal kami sekeluarga vaksinasi FSME (Fruehsommer-Meningoencephalitis) atau dalam bahasa Inggris disebut TBE (Tick-Borne Encephalitis). Karena daerah kami tinggal termasuk wilayah endemik. Vaksin ini salah satu ikhtiar untuk mencegah infeksi virus yang disebarkan oleh semacam kutu (di sini kutunya disebut Zecken atau Tick dalam bahasa Inggris).

Infeksi virus yang disebar oleh kutu ini bisa menyebabkan meningitis (radang selaput otak), ensephalitis (radang jaringan otak), atau meningoensephalitis (radang selaput dan jaringan otak). Imbasnya pada gangguan syaraf.

Beberapa bulan yang lalu salah satu teman kami terserang virus ini. Dan efeknya masih ada sampai sekarang. Bahkan menurut tim medisnya, sakitnya bisa bertahan menahun sampai 2 tahun atau lebih, bisa berkurang atau memberat. Ikut sedih lihat kondisinya. Kata dia, ketika sakitnya “kambuh” dia merasakan seluruh tubuhnya kesakitan. Selain itu, dia tidak bisa menggerakkan beberapa bagian tubuhnya, terutama bagian lengan hingga jari-jari tangannya. Sebelumnya dia seorang pianis. Sejak terserang infeksi virus ini, dia tidak bisa lagi bermain piano, Bahkan sekedar mengetik di laptop nya atau menulis SMS juga kesulitan.  Tapi Alhamdulillah ikut senang. Sekarang kondisinya sudah membaik, sudah bisa berkarir lagi dan beraktivitas walaupun belum bisa main piano lagi dan juga belum se-fit dulu, masih kambuh-kambuhan. Capai sedikit, kambuh.

Di Austria vaksinasi FSME atau TBE belum digratiskan, baru ada subsidi sebagian dari pemerintahnya. Jatuhnya per orang di sini sekitar EUR 30-an sekian. Vaksinasinya rutin dengan jadwal : vaksin pertama, vaksin kedua 4 minggu dari yg pertama, vaksin ketiga 9-12 bulan dari yang kedua, vaksin keempat 3 tahun kemudian, selanjutnya setiap 5 tahun sampai berusia 60 tahun, di atas 60 tahun per 3 tahun. Vaksin ini untuk anak umur >1 tahun sampai dewasa. Kalau sudah vaksinasi rutin, insya Allah bisa mengcover 99%. Ga ada vaksin yang bisa 100% lah ya, ada campur tangan Tuhan di sana. Tapi insya Allah kalaupun kena setelah di-vaksin, ya tidak akan separah kalau kenanya belum di-vaksin.

Mahal ya, tetapi jika dibandingkan dengan dapat infeksinya pada saat kita belum di-vaksin, konsekuensinya lebih berat dibanding besar uang yang harus kita keluarkan untuk vaksin.

Saya senang dengan permisalan suami, vaksin itu ibarat kunci mobil. Mobil sudah dikunci rapat masih sering ada yang kecurian. Apalagi kalau mobilnya tidak dikunci, semakin mudah untuk dicuri.

Peta di bawah ini menggambarkan daerah endemik di dunia. Merah = TBE tipe Timur, Kuning = Tipe Barat, Orange = kedua-duanya. Selain merah, orange, kuning = bukan daerah endemik.

fsme-global-endemic-map

Alhamdulillah Indonesia saat ini tidak termasuk daerah endemik TBE. Jadi tidak perlu vaksinasi TBE. Hanya nanti perlu dipertimbangkan jika hendak berkunjung, sekolah, kerja atau pindah ke daerah endemik terutama di bulan-bulan Mei-Juni (musim semi), September (musim gugur). Apalagi jika akan berinteraksi dengan alam, main di taman, rumput, hiking, dll. Sebelum berangkat ke luar negeri, sebaiknya konsultasikan kepada dokter mengenai vaksinasi ini.

.

Referensi : reisemed.at , wikipedia.org

.

Baca juga :

Mengenal Kuman, alias Pathogen, si Biang Penyakit

Merkuri Oh.. Merkuri

Membuat Paspor untuk Bayi

 

Tips Persiapan Packing untuk Backpacker Pemula

Beres solat subuh pagi tadi lagi-lagi hujan turun. Sumpah hujan pagi-pagi menyiutkan semangat. Berasa pengen narik selimut dan tidur lagi. hehe. Tiba-tiba teringat setahun yang lalu, kehujanan sampai menggigil gara-gara travelling keluar kota kurang persiapan 😉

Ini pengalaman liburan tergila saya. Rute perjalanan dimulai dari kampus di Bandung – Galunggung (Tasikmalaya) – Pangandaran – Pantai Batu Karas – Green Canyon Pangandaran – Bandung selama 4 hari 3 malam, ditempuh dengan kendaraan roda dua yang merakyat, MOTOR 🙂 Kami konvoi.

Saya baru sekali itu travelling jauh selama beberapa hari hanya dengan menggunakan motor, naik gunung, dan tidur di tenda. Saya termasuk orang yang simpel dan tidak suka sesuatu yang ribet. Saya hanya bawa satu tas ransel berukuran 35x25x15 cm. Bayangkan apa yang bisa saya bawa dengan tas sekecil itu untuk naik gunung lalu ke pantai. Hahaha.. kurang.. sangat kurang.. Belum lagi saat tiba-tiba turun hujan di jalan. walaupun sudah menggunakan ponco tetap saja tas dan saya basah.

Okey, ini sekedar tips yang akan berguna untuk siapa saja yang berniat untuk travelling outdoor agar aman, paling tidak, saya sendiri tidak akan pernah melewatkannya lagi

1. List barang kebutuhan jauh-jauh hari
List semua barang yang mungkin dibutuhkan dari baju ganti sampai yang kecil-kecil, yang sangat penting sampai yang sepertinya tidak penting. Kadang kita sering malas melakukannya tapi ini akan memperkecil resiko barang tertinggal/ lupa dibawa. Selain itu kita masih punya cukup waktu untuk memastikan semua barang akan ada saat travelling nanti. Pada akhirnya sih tidak harus semuanya dibawa, tapi kita jadi bisa menempatkan prioritas barang mana saja yang sangat penting untuk dibawa, penting tapi tidak harus, tidak penting tapi berguna, dan tidak penting sama sekali (yang ngapain juga dilist. haha)

2. Jaket anti-air
Kita tidak pernah tau apa yang terjadi nanti. Ini akan berguna jika tiba-tiba turun hujan. Tebal tipisnya jaket bisa disesuaikan dengan perkiraan suhu daerah tujuan.

Jaket anti air ada yang terbuat dari material yang memang tahan air (parasit) atau material yang dilapisi semacam lilin agar menjadi anti air. Hati-hati dengan jaket dengan material yang kedua, jaket seperti itu tidak akan lepek meski terkena air seperti halnya jaket dari parasit, namun jika terlalu lama terkena lembab (kehujanan dan tidak kering dengan cepat) dapat menimbulkan bau yang tidak enak. Sebagian orang mungkin sudah tau, namun sebagian lagi tidak menyadarinya.  Oleh karena itu sebaiknya membawa jaket lebih dari satu untuk berjaga-jaga.

3. 2P (Payung dan Ponco)
Dua benda ini bentuknya tak sama dan fungsinya juga berbeda. hehe. Ponco, seperti yang kita tahu, adalah alat pelindung hujan yang dipakai seperti baju. Sedangkan payung adalah alat pelindung hujan yang kurang lebih dipakai seperti topi, di atas kepala. Ponco digunakan saat hujan di perjalanan, sedangkan payung akan berguna saat jalan-jalan. Kamu akan merasa sedang diospek jika jalan-jalan menggunakan ponco. wkwkwk.

4. Air Kemasan Sebanyak mungkin
Sangat bijaksana membawa air minum sendiri pada saat melakukan kegiatan seperti ini (travelling outdoor, camping, backpack, dan sejenisnya) walaupun sekedar air mineral saja harganya melonjak tajam di tempat-tempat wisata. Tak hanya itu, air kemasan akan sangat bernilai jika di tempat tujuan tidak ada atau sulit sumber air bersih dan kakus/ mck (misal: gunung, pantai, dan sekali lagi pada saat camping, backpack dan sejenisnya)

5. Tissue dan tissue basah
Ini akan membantu menjaga kebersihan yang akhirnya juga menjaga kesehatan kita selama di perantauan. Susah air, artinya juga susah cuci tangan. Jika tidak ada air, jangan lupa lap tangan dengan tissu basah sebelum makan dan setiap kali buang air. heu. Lebih disarankan menggunakan cairan antiseptik 🙂

6. Ransel/ Travelling Bag yang tahan air atau ransel biasa plus rain cover
Kamu sebaiknya tidak mengulang kesalahan yang saya lakukan. Terlalu lama kehujanan di jalan, tas ransel yang saya bawa tidak tahan air. Isinya pun basah. Jika tidak ada ransel/ tas travelling tahan air atau tidak memiliki rain cover untuk tas, bisa diakali dengan memasukkan barang bawaan ke dalam kantong plastik sebelum dimasukkan ke dalam tas. Ini sangat penting.

7. Kantong Plastik
Yey, akhirnya sampai pada poin terakhir. Kantong plastik adalah barang yang serbaguna. Pastikan membawanya dalam jumlah yang cukup. Baju kotor. Juga untuk tempat sampah. Keep our earth clean guys ! 🙂

and these were the rumble… 🙂

"The Team"

Here we are… 🙂

Place#1 Galunggung

620 anak tangga menuju puncak galunggung. amazing.. haha

Kawah Galunggung

Mancing di kawah galunggung yang sekarang berubah jadi danau


The Beach

Me ^_^

The Last.. Green Canyon Pangandaran

The beauty of Indonesia’s Green Canyon

Indahnya Indonesia...

Wanna go there again 😦